Love life, it'll love u back
By happinez Posted on Thursday, 17 May 2012
"(Adolf) Hitler itu siapa?"
via: teman kuliah, masih lugu.
By happinez Posted on Thursday, 17 May 2012
"Bruce Lee itu beneran ada ya?"
via: Hanaa, penggemar JatLee
By happinez Posted on Tuesday, 15 May 2012
"Kerja di tempat begituan gaji memang besar mbak. Sempat dulu saya jadi bartender sehari dapat 150 ribo. Tapi ya itu, bakal cuma habis gitu aja. Pokoknya nanti adaaaaa aja pengeluaran dimana-mana. Jadi sama sekali ga bisa ditabung. Ya itu kali ya namanya dapat duit dari kerjaan ga halal."
via: Arif, teman kerja sambilan.
By happinez Posted on Saturday, 12 May 2012
Reblogged from writingnothing
Originally from wordsandlyrics
We are a brainwashed generation
"Aku tahu ini bodoh. Tapi, apa Tuhan tahu rasanya menjadi salah, rasa menjadi anak manusia?"
via: (via mengejarpagi)
By happinez Posted on Monday, 7 May 2012
A Long Visit (My Mom) 2010

*contains spoiler*
A long visit korea aka my mom adalah film produksi korea selatan yang dibuat pada tahun 2010. Bangsat sekali filmnya saudara-saudara. 15 menit mulai saja sudah berhasil membuat mewek tersedu sedu sampai ingusan.
Ceritanya sederhana yang dikemas sangat apic ini sangat merasuk ke jiwa kepada siapapun yang mempunyai ibu, merasakan kasih sayang ibu dengan hal hal kecil yang ga kita sadari seperti contoh kecilnya dikupasi buah dimasaki masakan kesukaan sampai bantu bersih bersih kamar (ini kenapa kesannya jadi macam pembantu yak —”)

terkadang sih sampai ke hal hal yang membuat kita sebagai anak kesal dan ikutan sedih contohnya pertengkaran kedua orangtua kita
.
Secara garis besar film ini bercerita tentang hubungan seorang ibu dan anak perempuannya, Jisuk. Bagaimana keluarganya yang miskin membesarkannya hingga ia bisa bersekolah, bagaimana seorang ayahnya yang melampiaskan kekesalannya kepada ibunya karena diledek oleh masyarakat yang mengatakan ia pincang, bagaimana cara ibunya yang berusaha membahagiakannya dengan memberi makanan enak yang disukainya, menabung sedikit demi sedikit untuk bekal hidupnya, dan kebanggaan atas usaha yang telah diraih si anak.
Bahkan ayahnya yang seringsekali memukuli ibunya, yang membuat Jisuk sampai bertekad tidak ingin menikah dan membenci ayahnya seumur hidup, memberikan kasih sayangnya dengan cara yang berbeda, yang sama sekali tidak disadari oleh Jisuk
.
Tapi, tidak semua anak selalu menghargai dan sadar akan kebaikan itu bukan? Ada disuatu scenes, dimana Jisuk malu kepada ibunya yang miskin 
.
Sering pula dia menganggap ibunya bodoh, sering dipukuli bukannya berinisiatif minta cerai. Walau ketika menginjak usia dewasa dia baru sadar alasan ibunya untuk bersabar adalah untuk kehidupan Jisuk sendiri
.
Ada juga dimana Jisuk merasa direpotkan oleh ibunya dan menutup percakapan dengan kasar hanya karena ibunya selalu menelpon untuk menanyakan kabar dan menyuruhnya untuk beristirahat saat bekerja lembur. Sempat merasa males ngebawain oleh oleh yang dibawa ibunya dari kampung karena ngerasa keberatan dan semua bahan makanan tersebut bisa di dapatkan di Seoul (padahal kan ibunya kepengen masakin sendiri).
Suatu hari, Jisuk menyempatkan pulang ke kampung untuk menemui ibunya. Apa alasan sebenarnya yang membuat Jisuk ingin melewatkan waktu bersama ibunya untuk beberapa hari ke depan? Nonton sendiri yak. Untuk yang familiar banget dengan film Korea sih udah pasti bisa nebak jawaban pertanyaan itu. Tapi sebenarnya bukan masalah hidup atau matinya (spoiler abis ini!), film ini lebih menunjukkan bagaimana seorang ibu berusaha memperbaiki kehidupan anaknya agar tidak hidup seperti dirinya dimasa lalu dan juga cara berterimakasihnya seorang anak kepada seorang ibu.
Nah kalo yang ini mamah saya sekali (dan sepertinya saya juga bakalan begitu nantinya) hemat dan peliit aahahha

Bagi yang ingin nonton, silahkan mendownload filmnya secara illegal di sini .
Siapkan tissue banyak-banyak. Disarankan untuk nonton sendiri kalau ga pengen malu nangis bareng bareng.
By happinez Posted on Sunday, 6 May 2012
Bekicot jingga keemasan
Bekicot berwarna keemasan itu berguling guling di tanah yang tandus. Bocah itu tertawa terbahak-bahak melihatnya. Selang beberapa waktu, dia menghempaskan rumah beserta bekicot itu ke udara hingga jatuh tersungkur ke tanah. Anak lelaki itu terpingkal pingkal dan berseru, “Hebaaaaat! Ini pertama kalinya kulihat bekicot yang tak bisa hancur walau sudah dilempar berkali-kali!” sambil memungut bekicot emas itu dan menaruh ke telapak tangannya yang kecil. “Gimana kalau kuinjak? Pasti hancur berkeping keping!” dan dia melempar binatang buruk rupa itu ke tanah. “Satu, dua, ti..” Tidak jadi. Seruan ibunya memanggil dari kejauhan. Dia tampak ragu, kenapa ibu harus memanggilnya disaat dia senang bersenang-senang seperti ini. Jarang jarang dia menemukan bekicot yang begitu kuat cangkangnya. Besok saja! Batinnya sambil buru buru mengambil sekop dan ember yang dipenuhi oleh bekicot bekicot yang cangkangnya telah hancur terinjak maupun akibat terhempas ke tanah. Bekicot emas itu berjalan perlahan kearah pepohonan. Bergelanyut di antara cabang pohon. Menatap bocah itu dari kejauhan.
“Ibu! Lihat! Lihat! Aku dapat banyak bekicot hari ini!” ujarnya kegirangan sambil menarik narik ujung baju ibunya.
“Kotor! Cuci tanganmu dulu!” jawab ibunya menepis tangan bocah tersebut.
“Eh ibu, ibu, tadi aku ngeliat bekicot berwarna jingga keemasan.”
“Ehm?”
“Iya, di tanah lapang dekat rumah kita bu.”
“Kamu salah lihat mungkin, bekicot kan hidup di daerah lembab! Mana mungkin dia di tengah lapangan gersang seperti itu.”
“ Aku lempar lempar sama sekali ga pecah bu! Hebatkan! Besok aku tunjukkan ke ibu! Aku ga bohong!”
Keesokan harinya, di jam yang sama, bocah ingusan itu kembali ke tanah tandus tersebut, kali ini dia tidak membawa ember dan sekop. Dia kembali hanya ingin menunjukkan kepada ibunya tidak merekayasa tentang bekicot emas yang dilihatnya kemaren sore. Dengan perlahan, dia menjejakkan kakinya ke tanah. Matanya fokus ke setiap bidang tanah, setiap sudut diperiksa. Langkahnya mengendap ngendap, agar tidak menginjak bekicot tersebut. Lebih dari dua jam tidak terlihat tanda tanda binatang tersebut. Dengan lantah gontai dia kembali ke rumah. Tidak sadar bahwa bekicot jingga keemasan tersebut telah bergelanyut masuk ke dalam kantung celananya.
Minggu pagi, sebelum membasuh baju, ibunya memeriksa setiap kantung baju dan celana sebelum dimasukkan ke mesin cuci.
“Ah!” segera ia menarik tangannya dari saku celana anaknya.
“Menjijikkan! Apa ini..”
Bekicot emas. Bekicot itu berjalan perlahan ke telapak tangannya. Perasaan geli, jijik, dan seperti sengatan listrik menjalari tubuh wanita itu. Seketika gelap, lembab, dan sempit, dan lendir memenuhi tubuhnya.
“Akhirnya..” Terdengar suara dari luar yang begitu familiar.
Ibu bocah itu menengadahkan kepalanya, keluar menuju arah cahaya. Di luar, dia menatap dirinya yang lain dalam bentuk raksasa sedang tersenyum sinis menatapnya. Dunia tampak membesar. Membeku, tubuhnya seketika membeku.
By happinez Posted on Friday, 4 May 2012
had such an enjoyable friday afternoon spending time with orange, hot teh tarik, and Byakuyakou. Hopefully my flu would be cured by these :)
By happinez Posted on Sunday, 1 April 2012
If you dissapeared, would anyone miss you? a documentary movie about Joyce Vincent, who died alone in a bedsit, for almost three years . “She was born in 1965, the year the Post Office Tower opened, which Tony Benn later referred to as a symbol of our age – an age in which we worship the internet, television, mobile phones. I told him how ironic I thought it that Joyce should be forgotten and unreachable in this so-called period of communication.” - Carol Morley
Dreams of a Life Official Trailer (by dogwoof)
By happinez Posted on Wednesday, 28 March 2012
By happinez Posted on Saturday, 24 March 2012

Hanging out with yourself, watching movie alone, having some food, playing around in book fair and pet exhibition are some kind of refreshing in releasing my stress on that day. I bet those who saying me desperate not even dare to go alone, am i right? security issues? Nah, im sure it’s not about that. You are just afraid what others say about you, takut dikucilkan, maybe? :)
Blue waves produced by bioluminescent phytoplankton: Vaadhoo Island in the Maldives, Florida Everglades, and Lakshadweep Islands off India.
By happinez Posted on Tuesday, 20 March 2012
By happinez Posted on Tuesday, 20 March 2012
The sweetest episode ever in Modern Family.
By happinez Posted on Monday, 19 March 2012
Sisters vs Others
24 Pages
Powered by Tumblr
Theme Design by: John Charles Miller
"Just the Basics", © 2011
About
![]()
Tweets
Stuff I like
winter weasleys
Submitted by thekaycho
Fort Rotterdam (Benteng Ujung Pandang) is the best preserve Dutch fort in Asia - Barbara Crossette (Journalist of New York Times).
Makassar, South...